RATNA KUMARA

"Jangan Berbuat Jahat, Perbanyak Kebajikan, Sucikan Hati dan Pikiran, Inilah Ajaran Para BUDDHA"

KEPRIHATINAN ATAS RENCANA PENDETA TERRY JONES MEMBAKAR AL-QURAN

Posted by ratanakumaro pada September 9, 2010

“Namo Tassa Bhagavato Arahato Sammasambuddhassa“

( tikkhattung (3X) )


Namatthu Buddhassa,

Pengeboman WTC 11 September 2001 oleh Al-Qaeda

Pengeboman WTC 11 September 2001 oleh Al-Qaeda

Para sahabat dan saudara/i terkasih…, pagi ini saya cukup dikagetkan dengan sebuah berita di koran Suara Merdeka, Kamis 9 September 2010, yang menyatakan adanya rencana pembakaran Al-Quran oleh Pendeta Terry Jones dari Gereja Evanjelis Dove World Outreach Center untuk memperingati tragedi serangan bom oleh teroris tanggal 11 September 2001 yang menewaskan 2.752 ummat manusia.

Foto Osama Bin Laden , Pemimpin Al-Qaeda

Foto Osama Bin Laden, Pemimpin Al-Qaeda

Banyak tokoh dunia yang telah mengecam rencana tersebut, mulai dari Menlu AS Hillary Clinton, Ketua Masyarakat Islam Amerika Utara, hingga Panglima Militer AS di Afghanistan. Vatican pun mengecam rencana pembakaran Al-Quran tersebut. Dalam sebuah statemen yang dikeluarkan hari Rabu, 08 September 2010, Vatikan menyatakan keprihatinan yang sangat mendalam,” Tindak kekerasan yang tercela sebenarnya tidak perlu dibalas dengan sikap yang justru memalukan seperti pembakaran kitab suci agama tertentu”, demikian bunyi pernyataan tersebut sebagaimana dirilis di harian Suara Merdeka, Kamis 9 September 2010.

PESAN DAMAI DARI UMMAT BUDDHA

Saya , sebagai ummat Buddha, menyampaikan pesan damai sebagaimana yang diajarkan oleh Sang Buddha. Ummat Buddha harus senantiasa memegang teguh prinsip “Avihimsa” atau “Tanpa-Kekerasan” dan senantiasa memancarkan “Metta-Karuna” atau “Cinta-Kasih dan Kasih-Sayang” terhadap semua makhluk hidup baik yang tampak maupun tak tampak. Dan untuk itu , sebagai sesama makhluk hidup, saya menyatakan keprihatinan yang sangat mendalam dan ikut menyesalkan sikap Pendeta Terry Jones yang berencana hendak membakar Al-Quran dalam rangka memperingati tragedi WTC.

Segala fenomena adalah bersifat “Netral”. Batin-lah yang mengolah dan menyaring segala informasi dan fenomena diluar, sehingga menimbulkan persepsi dan sikap. “Kejahatan tidak akan berakhir bila dibalas dengan kejahatan, kejahatan hanya akan berakhir bila dibalas dengan cinta-kasih”, demikian Sang Buddha bersabda dalam Dhammapada.

Kejahatan kemanusiaan yang dilakukan oleh teroris internasional yang menggunakan simbol-simbol agama Islam tidak seharusnya direspon dengan merusak, membakar, dan melakukan tindakan-tindakan lain yang sangat buruk dan tidak dilandasi sikap tidak menghargai atau menghormati keyakinan ummat Islam, sebab tidak semua ummat Islam menyetujui cara pandang dan jalan hidup yang ditempuh para teroris ( atau yang oleh sebagian orang disebut sebagai “mujahiddin” ) tersebut meskipun…sekalipun…, para teroris tersebut menyatakan bahwa segala tindakan yang mereka ambil adalah bersumber dan sesuai dengan ajaran Islam sebagaimana tertuang di dalam Al-Quran dan segala sumber-sumber sahih bagi ummat Islam dan meskipun alasan para teroris tersebut adalah untuk berjuang membela dan menegakkan agama mereka.

Segala sikap yang melecehkan, merendahkan, seperti rencana pembakaran Al-Quran tersebut hanya akan memicu konflik berkepanjangan yang akan sulit diredakan ; untuk itu, jangan sampai ada ummat Buddha atau ummat agama apa pun juga yang mempunyai niat tidak terpuji seperti itu.

Himbauan untuk Pendeta Terry Jones, sebaiknya beliau membatalkan niat buruknya tersebut dan meminta maaf kepada ummat Islam sedunia yang pasti sudah merasa terluka dan terhina karena sikapnya.

TERORISME DI INDONESIA

Indonesia sendiri, negara tercinta tempat kita tinggal hidup dan mencari nafkah, juga dilanda permasalahan yang sama. Terorisme internasional, disinyalir kuat telah masuk ke Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Imam Samudera

Foto Nurdin M Top

Dalam perkembangannya, banyak gembong teroris yang telah ditangkap, diadili, maupun tewas dalam proses penangkapannya yang dilakukan oleh Densus 88.

Foto Jenazah Noordin M Top

Baru-baru ini, adalah giliran Ustadz Abu Bakar Ba’asyir , pemimpin Jamaah Anshorut Tauhid (yang juga mantan pimpinan Jamaah Islamiyah) ,yang ditangkap oleh POLRI dengan dugaan sebagai dalang / otak dan penyandang dana bagi aktivitas terorisme di Indonesia, demikian sesuai yang dinyatakan oleh Kadiv Humas POLRI Irjen Edward Aritonang dalam sebuah konferensi pers.

Abu Bakar Ba'asyir

Pesan dari saya sebagai ummat Buddha adalah :

1. Keadilan dapat ditegakkan tanpa harus membalas kejahatan dengan kejahatan. Siapapun juga yang secara hukum yuridis formal terbukti sebagai pelaku kejahatan kemanusiaan yang dengan sadar dan sengaja mengakibatkan tewasnya nyawa orang lain, wajib mendapat hukuman yang sepadan secara hukum, TAPI TIDAK DENGAN HUKUMAN MATI. Sebagaimana Sila Pertama dalam Pancasila Buddhis mengajarkan untuk tidak membunuh makhluk hidup apapun juga, maka hukum pun dapat ditegakkan tanpa harus membalas pembunuhan dengan pembunuhan. Alternatif yang dapat dipilih adalah HUKUMAN PENJARA SEUMUR HIDUP di dalam Lembaga Pemasyarakatan. Dengan pengawasan yang ketat, siapapun terdakwa kasus kejahatan kemanusiaan, bisa tetap memperoleh hak hidup yang layak dan merehabilitasi diri dan cara pandang hidupnya.

2. Proses penegakan hukum atas pelaku kejahatan kemanusiaan, dalam hal ini terorisme berazazkan dalil-dalil agama, harus mengedepankan dan menjunjung tinggi Hak-hak Azazi Manusia (HAM). Semua manusia Indonesia adalah setara dimata hukum, mempunyai hak dan kewajiban yang sama, maka biarkanlah para tersangka pelaku kejahatan kemanusiaan tersebut memperoleh hak dan memenuhi kewajiban hukumnya dengan sebaik-baiknya.

3. Segala bentuk terorisme dan kejahatan kemanusiaan harus dilenyapkan dari muka bumi. Pemerintah dan semua pemuka agama wajib memberi penerangan kepada semua ummat beragama untuk tidak mengedepankan jalan peperangan dalam mencari penyelesaian masalah-masalah keagamaan dan kemasyarakatan umumnya. Peperangan dan pembunuhan hanya akan menghadirkan tragedi dan traumatik kejiwaan bagi ummat manusia dan semua makhluk hidup alam semesta hingga generasi-generasi berikutnya. Kepada ummat Buddha khususnya, semenjak kehadiran Sang Buddha di muka bumi, beliau tidak pernah mengajarkan dan menempuh jalan-jalan peperangan dalam membabarkan ajaran-Nya kepada semua makhluk hidup. Meskipun Beliau, sebagai pemimpin kerohanian kenamaan di masa hidup-Nya juga senantiasa mengalami masa-masa sulit, mengalami masa-masa percobaan pembunuhan oleh para pemuka-pemuka kerohanian yang lain ( yang tentunya merupakan usaha sia-sia, sebab tidak ada satu makhluk pun di penjuru alam semesta ini yang bisa membunuh seorang Buddha dan terbukti demikian ), namun Beliau tidak pernah sekalipun mengajarkan jalan kekerasan. “Avihimsa” atau “tanpa kekerasan” dan “Metta-Karuna” atau “Cinta-Kasih dan Kasih-Sayang” adalah apa yang senantiasa Sang Buddha ajarkan kepada kita. Oleh karena itu, tidak ada celah bagi terorisme dalam Buddhisme. Semenjak awal mula kelahiran ajaran Buddha hingga detik ini, tidak ada satu masa pun yang dihiasi dengan darah dan pedang hingga bom dan senjata modern serta peperangan agama atas nama penyebaran “BUDDHA-DHAMMA”, sebab dalam Ti-Pitaka tidak ditemukan satupun dalil tentang keabsahan peperangan atas nama agama. Untuk itu, sebagai ummat Buddha, siswa-siswa Sang Sugatha, kita harus terus senantiasa melestarikan ajaran Buddha yang Agung dan Luhur tersebut, dengan tidak menodainya melalui tindakan-tindakan yang tidak terpuji yang tidak pernah diajarkan oleh Sang Buddha.

Demikian sebaiknya kita semua, masyarakat bangsa Indonesia umumnya dan ummat Buddha khususnya, senantiasa mengedepankan persaudaraan dan perdamaian, cinta-kasih tanpa batas kepada semua makhluk.

Sebagai penutup, biarlah saya mengulang kembali pesan/sabda Sang Buddha untuk kita semua, bahwa kejahatan tidak akan berakhir bila dibalas dengan kejahatan, kejahatan akan berakhir bila dibalas dengan cinta-kasih. Ini adalah hukum universal, hukum alam, yang bila diterapkan akan membawa keselamatan bagi kita semua, makhluk hidup semesta alam.

Dunia tidak menciptakan kita.., tetapi KITA LAH YANG MENCIPTAKAN DUNIA. Segalanya berawal dari pikiran, oleh pikiran kita sendirilah kehidupan di dunia ini menjadi baik, dan oleh pikiran kita sendirilah kehidupan di dunia ini menjadi sangat buruk.

Sekarang ini adalah jaman Kaliyuga. Sebagaimana Sang Buddha hadir ke dunia untuk menyelamatkan dunia dari kehancuran dan kebinasaan, seperti itu pulalah seharusnya kita semua, siswa-siswa Sang Buddha hadir ke dunia, untuk menyelamatkan dunia dari kehancuran dan kebinasaan, untuk menyelamatkan dunia dari segala kemarahan, kebencian, dan kejahatan.

________________________________________

“ Sabbe Satta Sukhita Hontu, Nidukkha Hontu, Avera Hontu, Abyapajjha Hontu, Anigha Hontu, Sukhi Attanam Pariharantu”

( Semoga Semua Makhluk Berbahagia, Bebas dari Penderitaan, Bebas dari Kebencian, Bebas dari Kesakitan, Bebas dari Kesukaran, Semoga Mereka dapat Mempertahankan Kebahagiaan Mereka masing-masing )

Upacarika RATANA-KUMARO

Semarang-Barat,Kamis, 09 September 2010

Iklan

15 Tanggapan to “KEPRIHATINAN ATAS RENCANA PENDETA TERRY JONES MEMBAKAR AL-QURAN”

  1. Memang dunia semakin semrawut….Pa Kabar Mas Ratna?

  2. FUI Fatwa Mati Terry Jones, Pastor Penghujat Al-Qur’an

    Bismillahirrahmanirrahiim

    PERNYATAAN SIKAP FORUM UMAT ISLAM (FUI)

    TENTANG RENCANA PEMBAKARAN AL QUR’AN OLEH PASTOR TERRY JONES
    PEMIMPIN GEREJA PERJANJIAN BARU NON DENOMINASI DI FLORIDA AMERIKA SERIKAT

    Sebuah gereja perjanjian baru non-denominasi di Gainesville, pimpinan Pastor Terry Jones, di Florida, AS, atau yang biasa disebut (Dove World Outreach Center) akan menjadi tuan rumah ‘Hari Pembakaran Al Quran Internasional’ dalam memperingati 9 tahun tragedi serangan 11 September 2001.

    Selain berencana melakukan pembakaran Mushaff Al Qur’an, Pendeta Terry Jones juga telah menghina dan mencerca Islam dengan menyatakan: “Kami percaya bahwa Islam adalah setan, yang menyebabkan jutaan orang masuk neraka. Itu adalah agama menipu, itu adalah agama kekerasan dan itu terbukti,” kata Pendeta Terry Jones seperti dilansir BBC, awal minggu ini.

    Atas perbuatan dan ucapan dari Pendeta Biadab ini, Pemerintah Amerika Serikat melalui Konsul AS di Surabaya memberikan kesan membiarkan tindakan biadab tersebut ketika ditanya kemungkinan AS berupaya menghentikan Hari Pembakaran Al Quran supaya tidak ada orang yang disakiti, Konsul Bauer menegaskan bahwa pemerintah AS tidak berada dalam posisi memperbolehkan atau melarang.

    …Menurut hukum syariat Islam halal darahnya Pendeta Terry Jones yang telah melakukan tindakan penghinaan kepada Islam dan kaum muslimin untuk ditumpahkan…

    Berdasarkan:

    Surah At Taubah 12:
    “Jika mereka merusak sumpah (janji)nya sesudah mereka berjanji, dan mereka mencerca agamamu, maka perangilah pemimpin-pemimpin orang-orang kafir itu, karena sesungguhnya mereka itu adalah orang-orang (yang tidak dapat dipegang) janjinya, agar supaya mereka berhenti.”

    Surah Al Baqarah 193:
    “Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga) ketaatan itu hanya semata-mata untuk Allah. Jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu), maka tidak ada permusuhan (lagi), kecuali terhadap orang-orang yang zalim.”

    Surah An Nissa 91:
    “Kelak kamu akan dapati (golongan-golongan) yang lain, yang bermaksud supaya mereka aman dari pada kamu dan aman (pula) dari kaumnya. Setiap mereka diajak kembali kepada fitnah (syirik), merekapun terjun kedalamnya. Karena itu jika mereka tidak membiarkan kamu dan (tidak) mau mengemukakan perdamaian kepadamu, serta (tidak) menahan tangan mereka (dari memerangimu), maka tawanlah mereka dan bunuhlah mereka dan merekalah orang-orang yang Kami berikan kepadamu alasan yang nyata (untuk menawan dan membunuh) mereka.”

    Juga amar rasulullah saw. kepada para sahabatnya untuk mengesekusi mati seorang gembong Yahudi Ka’ab bin Al Asyraf yang telah melakukan perbuatan yang menyakitkan Rasulullah SAW:

    …Wajib bagi seluruh kaum muslimin di seluruh dunia yang memiliki kemampuan untuk membunuh Pastor Terry Jones dalam rangka melaksanakan hukum syariat…

    Maka Forum Umat Islam menyatakan sikap sebagai berikut :

    1. Menurut hukum syariat Islam halal darahnya Pendeta Terry Jones yang telah melakukan tindakan penghinaan kepada Islam dan kaum muslimin untuk ditumpahkan.

    2. Wajib bagi seluruh kaum muslimin di seluruh dunia yang memiliki kemampuan untuk membunuh Pastor Terry Jones dalam rangka melaksanakan hUkum syariat di atas.

    3. Menyerukan kepada Pemerintah Amerika Serikat untuk secara aktif dan berusaha dengan keras melalui tindakan untuk menghentikan perbuatan biadab Pendeta Terry Jones dan memberikan hokuman yang setimpal kepadanya.

    Wamakaruu wamakarallah wallahu khairul maakiriin

    Jakarta, 21 Ramadhan 1431 H / 31 Agustus 2010
    Atas Nama Umat Islam Indonesia
    Forum Umat Islam (FUI)
    Sekretaris Jenderal

    KH. Muhammad Al Khaththath

    FORUM UMAT ISLAM:
    Perguruan As Syafi’iyyah, Komite Indonesia untuk Solidaritas Dunia Islam (KISDI), Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), Badan Kerjasama Pondok Pesantren Indonesia (BKsPPI), Nahdlatul Ulama (NU), Muhamadiyyah, Hizb Dakwah Islam (HDI), Front Pembela Islam (FPI), Gerakan Persaudaraan Muslim Indonesia (GPMI), YPI Al Azhar, Majelis Mujahidin Indonesia (MMI), Jamaah Anshorut Tauhid, Gerakan Reformis Islam (GARIS), MER-C, Gerakan Pemuda Islam (GPI), Taruna Muslim, Al Ittihadiyah, Komunitas Muslimah untuk Kajian Islam (KMKI), LPPD Khairu Ummah, Syarikat Islam (SI), Forum Betawi Rempug (FBR), Tim Pengacara Muslim (TPM), Lembaga Penelitian dan Pengkajian Islam (LPPI), Dewan Masjid Indonesia (DMI), PERSIS, BKPRMI, Al Irsyad Al Islamiyyah, Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), Badan Kontak Majlis Taklim (BKMT), Front Perjuangan Islam Solo (FPIS), Majelis Tafsir Al Quran (MTA), Majelis Adz Zikra, PP Daarut Tauhid, Korps Ulama Betawi, Hidayatullah, Al Washliyyah, KAHMI, PERTI, Ittihad Mubalighin, Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI), Koalisi Anti Utang (KAU), PPMI, PUI, JATMI, PII, BMOIWI, Wanita Islam, Pesantren Missi Islam, Forum Silaturahmi Antar-Pengajian (FORSAP), Irena Center, Laskar Aswaja, Wahdah Islamiyah, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Bintang Reformasi (PBR), Partai Nahdlatul Umat Indonesia (PNUI), Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU) dan organisasi-organisasi Islam lainnya.

    http://www.voa-islam.com/news/pembaca/2010/09/01/9721/fui-membakar-al-qur%27anpendeta-terry-jones-wajib-dibunuh/

    ______________________________________________________

    Damai…,Damai…,Damai… ,

    Mari kita bersama-sama hentikan “lingkaran-setan” berupa pertikaian dan peperangan yang hanya akan menghadirkan penderitaan bagi kita dan anak cucu kita semua… ,

    Semoga semua pihak dapat menahan diri…,

    Semoga tidak ada lagi yang saling menghina siapapun dan dimanapun,

    Semoga cinta-kasih senantiasa memenuhi hati kita semua… ,

    Sadhu,Sadhu,Sadhu.
    _/\_

  3. janganlah anda menuduh Al-Qaeda sebagai teroris yang menghancurkan WTC jika anda tidak mempunyai bukti otentik, kecuali anda terjebak dengan permainan kotor kaki tangan iblis!

  4. menarik banget, mampir dulu gan di http://www.nasrullah15.wordpress.com

  5. Kalo menurut saya, mengecam Terry Jones justru akan membuat kita menjadi semacam “Terry Jones” baru?
    Maukah kita putus lingkaran perpecahan ini? Lebih kepada menyarankan kedamaian dan mengasihani Terry Jones sepenuh hati. Barangkali dalam Doa/Sholat meminta untuk Terry Jones dicelikkan mata hati nya..
    Hanya pendapat 🙂

    Salam

  6. Yang-Kung said

    ya semoga kita semuanya dapat berbuat kasih,saling menghargai menghormati.Bagi yang berpikiran sesat semoga Allah sendiri yang akan menghukumNya.Mari kita yang masih diberi akal budi dan pikiran waras ini ,bisa saling menahan diri ,sabar dan tawakal.

    DAMAI DIHATI DAN DAMAI DI BUMI.

    salam karahayon.

  7. Pembakaran Alquran Ternyata Jadi Dilakukan
    Liputan 6
    Liputan 6 – Jumat, 17 September

    * Kirim
    * Kirim via YM
    * Cetak

    Liputan6.com, Springfiled: Pembakaran Alquran yang sebelumnya akan dilakukan oleh pendeta dari Florida Terry Jones, pada peringatan tragedi 11 September, urung dilaksanakan karena mendapatkan kecaman dari berbagai pihak. Namun ternyata oleh pendeta Bob Old dan Danny Allen. Mereka membakar Alquran di halaman belakang sebuah rumah di Springfileld, Amerika Serikat, Sabtu (11/9) silam.

    Bob Old dan rekannya Danny Allen berdiri bersama di halaman belakang rumah tua. Mereka menyebut tindakan itu sebagai panggilan dari Tuhan. Mereka membakar dua salinan Quran dan satu teks Islam lainnya di depan segelintir orang, yang sebagian besar dari media.

    Seperti dilansir Detroit News, ternyata pembakaran Alquran juga terjadi di Michigan. Sebuah Alquran dibakar di depan pusat ajaran Islam di kota tersebut.

    Ryanne Nason, seorang cendekiawan Amerika Serikat, seperti dilansir sebuah koran lokal Mainecampus, Kamis (15/9), menyebut bahwa pembakaran yang dilakukan oleh sejumlah orang sangat menyedihkan dan memalukan. Di AS, negara yang dibentuk pada keyakinan kebebasan beragama, setiap orang diberikan hak untuk mempraktikkan agama yang mereka yakini, seperti Yudaisme, Islam, Kristen, atau tidak menganut agama sama sekali. Dengan membakar Alquran atau kitab suci agama lain, bayangan seluruh bangsa lain membuat AS adalah negara tanpa kelas dan tidak etis.

    Sungguh ironis bahwa Terry Jones atau Bob Old merasa memiliki perlindungan berdasarkan amandemen pertama untuk membakar kitab suci agama lain yang ia tidak percaya. Padahal semua muslim di AS dilindungi oleh undang-undang konstitusional yang sama. Hal ini akan memeberikan cela pada reputasi Amerika.

    Menurut Ryanne, orang beragama menggunakan moral yang kuat dan nilai-nilai, namun sekarang orang mendiskreditkan keyakinan mereka karena bersifat menghakimi dan intoleransi. Salah satu dari banyak alasan mengapa kita memiliki pasukan di Irak dan Afghanistan adalah untuk melawan penindasan dan penganiayaan agama terhadap penduduk negara di negara tersebut. Namun, saat ini ternyata warga negara Amerika sendiri yang melecehkan agama lain.

    Di Chicago, Mohammed Kaiseruddin, Dewan Direksi Pusat Ajaran Islam memberikan gambaran terhadap pembakaran Alquran yang sangat berbeda dengan nilai-nilai yang dianutnya. Ia mengatakan kepada Huffington Post hari ini, “Kami merasa seperti kita sudah menjadi korban. Ketika kami memegang Alquran, kami memperlakukannya dengan sangat hormat. Kami tidak pernah menaruh salinan Alquran di lantai. Sejak kecil, kami selalu mengingatkan anak-anak untuk menghormati kitab suci ini. Kami juga mengajarkan kepada mereka ketika selesai membaca Alquran, mereka menutup dan menciumnya, lalu menyimpannya”. (Huffington Post/Mainecampus/Detroitnews/DES/IAN)

    http://id.news.yahoo.com/lptn/20100916/twl-pembakaran-alquran-ternyata-jadi-dil-deaf2f6.html

  8. agus said

    saya sangat sedih,, bila kitab suci kami dibakar,

    • Cah Kailan said

      Mas Agus ….
      kesedihan adalah manusiawi …. tapi bila kita hayati lebih dalam, kitab suci yang dibakar tersebut hanyalah simbol saja, dan ini justru menjadi cambuk bagi kita…. bahwa kita masih lebih beruntung ada kitab yang bisa kita baca … dan hayati.

      seharusnyalah ada kitab (dirumah dan di tempat lain) .. ataupun tidak, keimanan kita tidak boleh terganggu. kita juga tidak perlu bereaksi keras seperti FUI, karena semua yang terjadi didunia sudah atas restunya…. karena kalau Allah tidak berkenan… tidak akan terjadi semua itu…

      sabar adalah kunci … dan keiklasan adalah bukti…

  9. punakawan bayuaji said

    DONYANE LAN ISINE WIS EDAN KABEH

    PESAN SUCI PARA UTUSAN AGUNG (ISA, MUHAMMAD, SIDHARTA, DAN LAINNYA) NAMPAKNYA HANYA BERHENTI DI KITAB SUCI TANPA DIWUJUDKAN DALAM KEHIDUPAN YANG NYATA

  10. Mr.Nunusaku said

    Wow umat islam ingin membunuh Pdt Terry Jones, Membunuh nyamuk saat kerusahan di Maluku laskar Jihad yang datang dari Surabaya gak mampu, akhirnya banyak kuburan tak bernama di Maluku. Kualiatas kertak penipu mau membunuh Salman Rusdi saja gak jadi kenyataan sampai saat ini

  11. Bocahangon said

    Assalamu’alaikum.
    Mugi rahayu wilujeng ingkang sami pinanggih.

    Sebenarnya saya ada gagasan solusi utk semua ini, yaitu lewat pertemuan lintas agama.
    Melalui forum ini kita bicarakan esensi masing2 ajaran agama, jangan membicarakan syariat atau tata cara beribadat, kalo yg ini kita serahkan kepada masing2 agama.
    Kalo kita sudah menyentuh pada bagian esensi atau hakikat, maka barulah kita jumpai sedikit demi sedikit persamaan, dan sedikit persamaan ini diharapkan dapat menciptakan sedikit kebersamaan, sedikit kebersamaan akan dapat menciptakan sedikit kerukunan, sedikit kerukunan akan dapat menciptakan sedikit kedamaian.
    Nah yang sedikit-sedikit ini diharapkan menjadi “BUKIT KEBAHAGIAAN” bersama tanpa pandang suku, agama, dan ras.
    Sehinga dapat tercipta keadilan, kesejahteraan dan kedamaian atas umat manusia dimuka bumi ini.

    Itulah gagasan dari saya, jika ada yg tidak berkenan mohon dimaafkan.

    Wassalamu’alaikum.
    Mugi rahayu wilujeng ingkang sami pinanggih.

  12. kaum muslim harus lebih cerdas dan kritis

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: