“Namo Tassa Bhagavato Arahato Sammasambuddhassa“
( tikkhattung (3X) )
Namatthu Buddhassa,

pemercikan air suci
Rekan-rekan se-Dhamma yang berbahagia. Kita semua sebagai ummat Buddha mengetahui, bahwa Paritta (Pali) atau Paritrana (Sansekerta) dan pirit atau pirith menurut pengucapannya dalam bahasa Singhala merupakan suatu Perlindungan ( sesuai dengan makna dari kata “Paritta” itu sendiri ) bagi yang menguncarkannya dengan baik dan benar.
Paritta adalah khotbah Sang Buddha yang merupakan suatu perlindungan yang kuat bilamana bisa dihapal. Pada saat pengulangan Paritta, pikiran harus ditujukan, dipusatkan pada makna paritta tersebut sehingga pada saat itu kesadaran ( sati-sampajjana ) menjadi kuat, pikiran ( citta ) bersatu dengan kebajikan, bersih dari kilesa, penuh dengan cinta-kasih (metta) dan kebenaran (sacca). Mengulangi paritta menjadi sebuah pengkondisian untuk mempercepat masaknya buah kamma baik ( kusala-kamma-vipaka ) yang telah dibuat, sebaliknya buah kamma tidak baik ( akusala-kamma-vipaka ) akan terhambat masaknya, kecuali akusala-garuka-kamma-vipaka ( kamma buruk yang berat ; seperti membunuh orang tua, orang suci, dll. ). Inilah yang dimaksudkan dengan perlindungan dalam Paritta.

meja puja yang telah siap untuk Upacara
Kekuatan mengulangi Paritta atau membaca Paritta sangat tergantung adanya faktor berikut ini :
- Saddha, keyakinan yang kuat terhadap Dhamma.
- Sila, memiliki moral yang baik.
- Metta, cinta kasih universal yang berkembang.
- Sacca, kebenaran dalam mengucapkan Dhamma.
- Vaca, pengucapan yang tepat dan hapal dengan baik.
Berkaitan dengan faktor yang kelima, yaitu “Vaca”, maka seseorang yang membaca Paritta seharusnya terlebih dahulu belajar / mempelajari cara-cara pengucapan paritta dengan baik dan benar. Sangatlah penting arti sebuah kata bahasa Pali pada saat pengucapannya, kata yang sama bila diucapkan dengan berbeda suara / penekanan akan menjadi lain sekali artinya.
Bila kelima faktor tersebut diatas dipenuhi, maka pembacaan dan penguncaran Paritta sesuai dengan maksud tujuan-tujuan tertentu, akan memberikan manfaat yang luar-biasa. Sebab, penguncaran Paritta merupakan ‘pemantik’ bagi bangkitnya tiga kekuatan besar dan tiada bandingnya di seluruh penjuru alam-semesta ini, yaitu kekuatan “Tiga-Mustika” (Ti-Ratana ) : Buddha-Dhamma-Sangha. Tiada permata ataupun kekuatan apapun yang mampu menandingi Ti-Ratana, Tathagata yang dipuja oleh para manusia, dewa, naga, yakkha, gandhabba, dan juga bahkan para Brahma.
PĀŢHA UNTUK UPACARA MAŃGALA ( Upacara Memperoleh Berkah )
Pada kesempatan ini, saya hendak menyajikan Patha khusus yang sebaiknya dibaca pada saat upacara memperoleh berkah ; seperti misalnya ketika membuka usaha / bidang-bisnis baru, kantor baru, demi berkah kejayaan, kebahagiaan, kesehatan, paras bagus, kekayaan, kekuatan, dan berbagai macam keberhasilan serta demi tujuan melenyapkan berbagai bentuk rintangan, halangan, gangguan ( baik yang tampak mata maupun tak tampak ), penderitaan, kesedihan, dan lain-lain sebagainya.
Saya sendiri sudah sering melakukan penguncaran Patha khusus untuk memperoleh berkah ini. Terakhir, pada hari Kamis 29 Oktober 2009 jam 19.00 WIB s/d 20.45 WIB kemarin, dalam acara upacara memperoleh berkah bagi kesuksesan dan keberhasilan sebuah usaha pabrikasi yang baru saja didirikan. Upacara seperti ini biasanya berlangsung selama kurang-lebih 1,5 jam hingga 2 jam .

meja puja untuk Upacara
Setelah mempersiapkan meja Puja-Bhakti, serta dimana ruangan dan para peserta (hadirin) yang hendak mengikuti Upacara telah siap-sedia, kita bisa memulai Upacara.
Patha khusus yang pertama kali harus dibaca adalah “DEVATĀ – ĀRĀDHANĀ” , yang bertujuan untuk mengundang para dewa yang berada di segenap penjuru alam semesta , para yakkha, gandhabba, naga dan juga Brahma untuk hadir mengikuti jalannya upacara keagamaan ; mendengarkan Dhamma / Ajaran Sang Buddha.

Pembacaan Paritta
Setelah penguncaran devata-aradhana tersebut selesai, maka terus menerus kita menguncarkan paritta-paritta khusus untuk tujuan perolehan berkah – saya lampirkan dibawah – dan setelah selesai penguncaran Paritta, pemimpin upacara keagamaan memercikkan air-suci yang telah diuncari Paritta-Paritta khusus tersebut kepada para peserta upacara dan ke sekeliling tempat yang dimaksudkan untuk diberkati.
Dibawah ini adalah Patha-Patha khusus yang saya maksudkan untuk upacara ini, terdiri dari 22 Paritta / Patha / Gatha yang saya ambil dari sumber “PARITTA SUCI” terbitan Sangha Theravada Indonesia ( STI ), edisi II Pembaruan cetakan kedua (2008) , dicetak oleh Percetakan Bocah Marga Jaya, Bekasi.
Semoga Paritta / Patha /Gatha dibawah ini bermanfaat bagi anda semuanya. Selamat belajar dan berpraktek demi kebahagiaan dan kesejahteraan anda masing-masing. Sadhu , Sadhu, Sadhu.
_____________________________________________
1. DEVATĀ – ĀRĀDHANĀ
Samantā cakkavālesu atrāgacchantu devatā, saddhamang munirājassa suņantu saggamokkhadang, sagge kāme ca rūpe girisikharataţe cantalikkhe vimāne, dīpe raţţhe ca gāme taruvana-gahane gehavatthumhi khette, bhummā cāyantu devā jalathala-visame yakkha-gandhabba-nāgā, tiţţhantā santike yang munivara-vacanang sādhavo me suņantu,
Dhammassavanakālo ayambhadantā,
Dhammassavanakālo ayambhadantā,
Dhammassavanakālo ayambhadantā.
Semoga para dewa yang berada di segenap alam semesta datang ke sini mendengarkan Ajaran Kebenaran Sang Buddha, Raja para bijaksanawan, yang membimbing ke surga dan ke kebebasan. Datanglah para dewa yang bersemayam di surga, yang berada di tingkat alam nafsu atau pun di tingkat alam berbentuk; juga para dewa bumi yang bersemayam di vimāna ( tempat menyenangkan , tempat para dewa bersemayam ), atau di puncak gunung, di jurang, di angkasa, di pulau, di kota, di desa, di pepohonan, di hutan belukar, di sekitar rumah, atau di sawah-ladang ; juga para yakkha, gandhabba, dan naga yang bersemayam di perairan, daratan, atau pun di perbukitan. Silakan mereka yang berada di sekitar ini mendengarkan Sabda Sang Buddha, Raja para bijaksanawan, seperti berikut ini.
Para Budiman, sekarang tiba saatnya mendengarkan Dhamma,
Para Budiman, sekarang tiba saatnya mendengarkan Dhamma,
Para Budiman, sekarang tiba saatnya mendengarkan Dhamma
_____________________________________________
2. PUBBABHAGANAMAKARA
Namo tassa bhagavato arahato sammasambuddhassa.
(tikkhattung ; 3X )
Terpujilah Sang Bhagava, Yang Mahasuci, Yang Telah Mencapai Penerangan Sempurna.
_________________________________________________
3. SARAŅAGAMANA PATHA
Buddhang saranang gacchami
Dhammang saranang gacchami
Sanghang saranang gacchami
Dutiyampi Buddhang saranang gacchami
Dutiyampi Dhammang saranang gacchami
Dutiyampi Sanghang saranang gacchami
Tatiyampi Buddhang saranang gacchami
Tatiyampi Dhammang saranang gacchami
Tatiyampi Sanghang saranang gacchami
Aku berlindung kepada Buddha
Aku berlindung kepada Dhamma
Aku berlindung kepada Sanggha
Kedua kalinya aku berlindung kepada Buddha
Kedua kalinya aku berlindung kepada Dhamma
Kedua kalinya aku berlindung kepada Sanggha
Ketiga kalinya aku berlindung kepada Buddha
Ketiga kalinya aku berlindung kepada Dhamma
Ketiga kalinya aku berlindung kepada Sanggha
_________________________________________________
4. NAMAKĀRASIDDHI GĀTHA
Yo cakkhumā mohamalāpakattho
Sāmangva buddho sugato vimutto
Mārassa pāsā vinimocayanto
Pāpesi khemang janatang vineyyang.
Buddhang varantang sirasā namāmi
Lokassa nāthañca vināyakañca
Tantejasā te jayasiddhi hotu
Sabbantarāyā ca vināsamentu
Dhammo dhajo yo viya tassa satthu
Dassesi lokassa visuddhimaggang
Niyyāniko dhammadharassa dhārī
Sātāvaho santikaro suciņņo.
Dhammang varantang sirasā namami
Mohappadālang upasantadāhang
Tantejasā te jayasiddhi hotu
Sabbantarāyā ca vināsamentu.
Saddhammasenā sugatānugo yo.
Lokassa pāpūpakilesajetā
Santo sayang santiniyojako ca
Svaākkhāta-dhammang viditang karoti.
Sańghang varantang sirasā namāmi
Buddhānubuddhang samasīladiţţhing
Tantejasā te jayasiddhi hotu
Sabbantarāyā ca vināsamentu.
Sang Penglihat yang telah melenyapkan kegelapan,
Sebagai seorang Sambuddha, Sugata, yang telah bebas;
Membebaskan makhluk vineyya ( yang telah siap dibimbing untuk menuju ke kebebasan sejati ) dari jerat Mara si jahat, mengantarkan ke keselamaatan.
Aku bersujud kepada Sang Buddha nan mulia,
Sang Pelindung dan Pembimbing Dunia.
Berkat kekuatan ini, semoga kejayaan ada pada Anda,
Dan semoga segala rintangan lenyap adanya.
Dhamma bagaikan panji Sang Guru
Menunjukkan jalan kesucian kepada dunia,
Pengantar ke kebebasan, pelindung pelaksana Dhamma ;
Bila dilaksanakan, mendatangkan kebahagiaan dan kedamaian.
Aku bersujud kepada Dhamma nan mulia,
Pelenyap kebodohan, penakluk kobaran api nafsu (keserakahan dan kebencian)
Berkat kekuatan ini, semoga kejayaan ada pada Anda,
Dan semoga segala rintangan lenyap adanya.
Sanggha, laskar Dhamma, siswa Sang Sugata,
Penakluk keburukan si penoda makhluk dunia.
Mereka sendiri telah damai dan membimbing orang ke kedamaian.
Menunjukkan Dhamma yang telah dibabarkan oleh Sang Guru.
Aku bersujud kepada Sanggha nan mulia,
Yang telah mencapai penerangan setelah Sang Buddha,
Yang setaraf Sila dan pandangan-Nya.
Berkat kekuatan ini, semoga kejayaan ada pada Anda
Dan semoga segala rintangann lenyap adanya.
_________________________________________________
5. SACCAKIRIYA GĀTHĀ
Natthi me saranang annang, Buddho me saranang varang
Etena saccavajjena, Sotthi te hotu sabbada.
Natthi me saranang annang, Dhammo me saranang varang
Etena saccavajjena, Sotthi te hotu sabbada.
Natthi me saranang annang, Sanggho me saranang varang
Etena saccavajjena, Sotthi te hotu sabbada.
Tiada perlindungan lain bagiku,
Sang Buddha-lah pelindungku nan luhur.
Berkat pernyataan kebenaran ini,
Semoga setiap saat Anda selamat sejahtera
Tiada perlindungan lain bagiku,
Dhamma-lah pelindungku nan luhur,
Berkat pernyataan kebenaran ini,
Semoga setiap saat Anda selamat sejahtera
Tiada perlindungan lain bagiku,
Sanggha-lah pelindungku nan luhur,
Berkat pernyataan kebenaran ini,
Semoga setiap saat Anda selamat sejahtera
_________________________________________________
6. MAHĀKĀRUŅIKONĀTHOTIĀDI GĀTHĀ
Mahākāruņiko nātho Atthāya sabbapāņinang
Pūretvā pāramī sabba Patto sambodhimuttamang
Etena saccavajjena Mā hontu sabbupaddavā
Mahākāruniko nātho Hitāya sabbapāņinang
Pūretvā pārami sabbā Patto sambodhimuttamang
Etena saccavajjena Mā hontu sabbupaddavā
Mahākāruniko nātho Sukhāya sabbapāņinang
Pūretvā pāramī sabbā Patto sambodhimuttamang
Etena saccavajjena Mā hontu sabbupaddavā
Sang Pelindung yang mahawelas asih,
Setelah menyempurnakan semua paramita,
Mencapai Bodhi nan luhur atas usaha sendiri
Demi kepentingan semua makhluk.
Berkat pernyataan kebenaran ini,
Semoga semua musibah lenyap adanya.
Sang Pelindung yang mahawelas asih,
Setelah menyempurnakan semua paramita,
Mencapai Bodhi nan luhur atas usaha sendiri
Demi manfaat semua makhluk.
Berkat pernyataan kebenaran ini,
Semoga semua musibah lenyap adanya.
Sang Pelindung yang mahawelas asih,
Setelah menyempurnakan semua paramita,
Mencapai Bodhi nan luhur atas usaha sendiri
Demi kebahagiaan semua makhluk.
Berkat pernyataan kebenaran ini,
Semoga semua musibah lenyap adanya.
_______________________________________________
7. NAMOKĀRAŢŢHAKA GĀTHĀ
Namo arahato sammā- Sambuddhassa mahesino
Namo uttamadhammassa Svākkhātasseva tenidha
Namo mahāsangghasssāpi Visuddhasīladiţţhino
Namo omātyāraddhassa Ratanatayassa sādhukang
Namo omakātītassa Tassa vatthuttayassapi
Namokārappabhāvena Vigacchantu upaddavā
Namokārānubhāvena Suvatthi hotu sabbadā
Namokārassa tejena Vidhimhi homi tejava
Sujudku pada Sang Arahanta,
Sammasambuddha, Penemu Kebajikan Maha-agung.
Sujudku pada Dhamma nan utama
yang telah dengan sempurna dibabarkan di dunia.
Sujudku pada Mahasangha,
yang ber-Sila dan berpandangan murni.
Semoga sujudku pada Ti-Ratana,
yang berawal dengan kata “AUM” mendatangkan keberhasilan.
Sujudku pada Ti-Ratana, yang terbebas dari kenistaan.
Dengan daya kata “AUM”, semoga semua rintangan lenyap.
Dengan kuasa kata “AUM”, semoga sejahtera selalu.
Dengan kekuatan kata “AUM”, semoga kekuatan saya ada pada upacara ini.
___________________________________________
8. MANGGALA SUTTA
Evamme sutang.
Ekang samayang bhgavā,
Sāvatthiyang viharati,
Jetavane anathapindikassa, ārāme.
Atha kho aññatara devatā,
Abhikantāya rattiyā abhikkantavannā,
Kevalakappang jetavanang obhasetvā
Yena bhagavā tenupassangkami.
Upasangkamitvā bhagavantang abhivādetvā
Ekamantang aţţhāsi.
Ekamantang ţhitā kho sā devatā
Bhagavantang gāthāya ajjhabhāsi :
Bahū devā manussā ca Mańgalani acintayung
Ākangkhamānā sotthānang Brūhi mańgalamuttamang.
Asevanā ca bālānang Panditānañca sevanā
Pūjā ca pūjanīyānang Etammańgalamuttamang
Paţirūpadesavāso ca Pubbe ca katapuññatā
Attasammāpaņidhi ca Etammańgalamuttamang
Bāhusaccañca sippañca Vinayo ca susikkhito
Subhāsitā ca yā vācā Etamańgalamuttamang
Mātāpitu-upaţţhānang Puttadārassa sańgaho
Anākulā ca kammantā Etamańgalamuttamang
Dānañca dhammacariyā ca Ñātakānañca sańgaho
Anavajjāni kammāni Etammańgalamuttamang
Āratī viratī pāpā Majjapānā ca saññamo
Appamādo ca dhammesu Etammańgalamuttamang
Gāravo ca nivāto ca Santuţţhi ca kataññuta
Kālena dhammasavanang Etamańgalamuttamang
Khanti ca sovacassatā Samaņānañca dassanang
Kālena dhammasākacchā Etammańgalamuttamang
Tapo ca brahmacariyañca Ariyasaccāna dassanang
Nibbānasacchikiriyā ca Etammańgalamuttamang
Phuţţhassa lokadhammehi Cittang yassa na kampati
Asokang virajang khemang Etammańgalamuttamang
Etādisani katvāna Sabbatthamaparājitā
Sabbattha sotthing gacchanti Tantesang mańgalamuttamanti
Demikian telah saya dengar.
Pada suatu ketika Sang Bhagava
Berdiam di Jetavana,
Arama milik hartawan Anathapindika,
Di dekat kota Savatthi.
Saat itulah sesosok dewa, ketika hari menjelang pagi,
Dengan bercahaya cemerlang menerangi seluruh Jetavana,
Mengunjungi Sang Bhagava.
Setelah datang, menghormat Sang Bhagava,
Ia berdiri di satu sisi yang layak.
Dengan berdiri di satu sisi yang layak itulah,
Ia memohon Sang Bhagava dengan syair berikut ini :
Banyak dewa dan manusia
Yang mengharapkan kebahagiaan,
Mempersoalkan tentang berkah.
Mohon uraikan, apakah berkah utama itu.
Tak bergaul dengan orang-orang dungu,
Bergaul dengan para bijaksanawan,
Dan menghormat yang patut dihormat,
Itulah berkah utama.
Bertempat tinggal di tempat yang sesuai,
Memiliki timbunan kebajikan di masa lampau,
Dan membimbing diri dengan benar,
Itulah berkah utama.
Berpengetahuan luas, berketerampilan,
Terlatih baik dalam tata susila,
Dan bertutur kata dengan baik,
Itulah berkah utama.
Membantu ayah dan ibu,
Menunjang anak dan istri,
Dan bekerja dengan sungguh-sungguh,
Itulah berkah utama.
Berdana, melakukan kebajikan,
Menyokong sanak saudara,
Dan tidak melakukan pekerjaan tercela,
Itulah berkah utama.
Menjauhi, menghindari perbuatan buruk,
Menahan diri dari minuman keras,
Dan tak lengah melaksanakan Dhamma,
Itulah berkah utama.
Memiliki rasa hormat, berendah hati,
Merasa puas dengan yang dimiliki, ingat budi baik orang,
Dan mendengarkan Dhamma pada waktu yang sesuai,
Itulah berkah utama.
Sabar, mudah dinasehati,
Mengunjungi para petapa,
Dan membahas Dhamma pada waktu yang sesuai,
Itulah berkah utama.
Bersemangat dalam mengikis kilesa ( pengotor-batin ), menjalankan hidup suci,
Menembus Empat Kebenaran Mulia,
Dan mencapai Nibbana,
Itulah berkah utama.
Meski disinggung oleh hal-hal duniawi
Batin tak tergoyahkan,
Tiada sedih, tanpa noda, dan penuh damai,
Itulah berkah utama.
Setelah melaksanakan hal-hal seperti itu,
Para dewa dan manusia tak akan terkalahkan dimana pun,
Mencapai kebahagiaan dimana pun berada.
Itulah berkah utama bagi para dewa dan manusia.
___________________________________________________
9. RATANA SUTTA ( tiga bait terakhir saja )
Yānidha bhūtani samāgatani
Bhummāni vā yāniva antalikkhe.
Tathāgatang devamanussa-pūjitang
Buddhang namassāma suvatthi hotu
Yānidha bhūtani samāgatani
Bhummāni vā yāniva antalikkhe.
Tathāgatang devamanussa-pūjitang
Dhammang namassāma suvatthi hotu
Yānidha bhūtani samāgatani
Bhummāni vā yāniva antalikkhe.
Tathāgatang devamanussa-pūjitang
Sańghang namassāma suvatthi hotu
Makhluk apa pun yang berkumpul di sini,
Baik yang berada di bumi atau pun di angkasa ;
Marilah bersama-sama menghormat Sang Buddha,
Tathagata, yang dipuja para dewa dan manusia.
Makhluk apa pun yang berkumpul di sini,
Baik yang berada di bumi atau pun di angkasa ;
Marilah bersama-sama menghormat Dhamma,
Tathagata, yang dipuja para dewa dan manusia.
Makhluk apa pun yang berkumpul di sini,
Baik yang berada di bumi atau pun di angkasa ;
Marilah bersama-sama menghormat Sańgha
Tathagata, yang dipuja para dewa dan manusia.
_______________________________________________
10. KARAŅĪYAMETTA SUTTA
Karaņīyamatthakusalena
Yantang santang padang abhisamecca :
Sakko ujū ca suhujū ca
Suvaco cassa mudu anatimāni.
Santussako ca subharo ca
Appakicco ca sallahukavutti
Santindriyo ca nipako ca
Appagabbho kulesu ananugiddho.
Na ca khuddang samācare kiñci
Yena viññū pare upavadeyyung
Sukhino vā khemino hontu
Sabbe sattā bhavantu sukhitattā.
Ye keci pāņabhūtatthi
Tasā vā thāvarā vā anavasesā
Dīghā vā ye mahantā vā
Majjhimā rassakā aņukathūlā.
Diţţha vā ye ca adiţţhā
Ye ca dūre vasanti avidūre
Bhūtā vā sambhavesī vā
Sabbe sattā bhavantu sukhitattā.
Na paro parang nikubbetha
Nātimaññetha katthaci nang kañci
Byārosanā paţīghasaññā
Nāññamaññassa dukkhamiccheyya.
Mātā yathā niyang puttang
Āyusā ekaputtamanurakkhe.
Evampi sabbabhūtesu
Mānasambhāvaye aparimāņang.
Mettañca sabbalokasming
Mānasambhāvaye aparimānang
Uddhang adho ca tiriyañca
Asambādhang averang asapattang.
Tiţţhañcarang nisino vā
Sayāno vā yāvatassa vigatamiddho
Etang sating adhittheyya
Brahmametang vihārang idhamāhu.
Diţţhiñca anupagamma
Silavā dassanena sampanno
Kāmesu vineyya gedhang
Nahi jātu gabbhaseyyang punaretīti.
Inilah yang patut dikerjakan
Oleh ia yang tangkas dalam hal yang berguna,
Yang mengantar ke jalan kedamaian:
Sebagai orang yang cakap, jujur, tulus,
Mudah dinasehati, lemah-lembut, tidak sombong.
Merasa puas atas yang dimiliki, mudah dirawat,
Tidak repot, bersahaja hidupnya,
Berindria tenang, penuh pertimbangan,
Sopan, tak melekat pada keluarga-keluarga ;
Tidak berbuat kesalahan walaupun kecil
Yang dapat dicela oleh para bijaksanawan,
Senantiasa bersiaga dengan ujaran cinta kasih:
“Semoga semua makhluk berbahagia dan tenteram.
Semoga semua makhluk hidup bahagia.”
Makhluk hidup apa pun yang ada ;
Yang goyah ( yang gampang tergoyah oleh keinginan dan ketakutan )
Dan yang kokoh ( yang terkendali keinginan dan ketakutannya )
Tanpa kecuali
Yang panjang atau yang besar,
Yang sedang, pendek, kecil, kurus atau pun yang gemuk ;
Yang tampak atau pun yang tak tampak,
Yang berada jauh atau pun dekat,
Yang telah menjadi atau pun yang belum menjadi,
Semoga mereka semua hidup bahagia.
Tak sepatutnya yang satu menipu yang lainnya,
Tidak menghina siapa pun di mana juga ;
Dan, tak selayaknya karena marah dan benci
Mengharap yang lain celaka.
Sebagaimana seorang Ibu mempertaruhkan jiwa
Melindungi putra tunggalnya ;
Demikianlah terhadap semua makhluk,
Kembangkan pikiran cinta kasih tanpa batas.
Cinta kasih terhadap makhluk di segenap alam,
Patut dikembangkan tanpa batas dalam batin
Baik ke arah atas, bawah, dan diantaranya ( alam arupa, alam nafsu, dan diantaranya ( alam rupa ) ) ;
Tidak sempit, tanpa kedengkian, tanpa permusuhan.
Selagi berdiri, berjalan atau duduk
Ataupun berbaring, sebelum terlelap ;
Sepatutnya ia memusatkan perhatian ini
Yang disebut sebagai “berdiam dalam Brahma”.
Ia yang mengembangkan metta, tak berpandangan salah ( tak berpandangan salah terhadap nama-rupa ),
Teguh dalam Sila dan berpengetahuan sempurna,
Dan melenyapkan kesenangan nafsu indriya ;
Tak akan lahir dalam rahim lagi.
_______________________________________________
11. KHANDHA PARITTA
Virupakkhehi me mettang Mettang erapathehi me
Chabyaputtehi me mettang Mettang kanhagotamakehi ca.
Apadakehi me mettang Mettang dipadakehi me
Catuppadehi me mettang Mettang bahuppadehi me
Ma mang apadako hingsi Ma mang hingsi dipadako
Ma mang catuppado hingsi Ma mang hingsi bahuppado
Sabbe satta sabbe pana Sabbe bhuta ca kevala
Sabbe bhadrani passantu Ma kinci papamagama.
Appamāņo buddho
Appamāņo dhammo
Appamāņo sańgho
Pamanavantani siringsapani
Ahi vicchika satapadi unnanabhi sarabu musika.
Kata me rakkha kata me paritta
Patikkamantu bhutani.
Sohang namo bhagavato
Namo sattannang sammasambuddhanang.
Cinta kasihku pada suku ular Virupakkha.
Cinta kasihku pada suku ular Erapatha.
Cinta kasihku pada suku ular Chabyaputta.
Cinta kasihku pada suku ular Kanhagotamaka.
Cinta kasihku pada makhluk-makhluk tanpa kaki.
Cinta kasihku pada makhluk-makhluk berkaki dua.
Cinta kasihku pada makhluk-makhluk berkaki empat.
Cinta kasihku pada makhluk-makhluk berkaki banyak.
Semoga makhluk-makhluk tanpa kaki tak menyakitiku.
Semoga makhluk-makhluk berkaki dua tak menyakitiku.
Semoga makhluk-makhluk berkaki empat tak menyakitiku.
Semoga makhluk-makhluk berkaki banyak tak menyakitiku.
Segala makhluk, segala kehidupan,
Segala yang terlahir tanpa kecuali ;
Semoga semuanya mendapatkan kebaikan;
Janganlah ada dosa ( Pali : kesalahan, keburukan ; perbuatan jahat, kebencian, cacat )
Apa pun pada mereka.
Tak terbatas daya Sang Buddha!
Tak terbatas daya Dhamma!
Tak terbatas daya Sangha!
Segala makhluk melata, seperti :
Ular, ketungging, lipan, laba-laba, tokek, dan
Tikus adalah terbatas daya mereka.
Telah kubangun penjagaan. Telah kubangun perlindungan.
Silakan makhluk-makhluk menyingkir dengan damai!
Aku ini pemuja Sang Bhagava,
Pemuja Tujuh Sammasambuddha.
______________________________________________
12. VAŢŢAKA PARITTA
Atthi loke sīlaguno Saccang soceyyanuddayā
Tena saccena kāhāmi Saccakiriyama-nuttarang.
Āvajjitvā dhammabalang Saritvā pubbake jine
Saccabalama-vassāya Saccakiriyama-kāsahang.
Santi pakkhā apattanā Santi pādā avañcanā
Mātā pitā ca nikkhantā Jātaveda paţikkama.
Saha sacce kate mayhang Mahāpajjalito sikhī
Vajjesi solasa karīsāni Udakang patvā yathā sikkhī
Saccena me samo natthi Esā me saccapāramiti
Di alam ini terdapat berkah Sila,
Berkah kebenaran, berkah kesucian, dan berkah kasih sayang.
Berdasarkan atas kebenaran ini,
Aku melakukan sumpah nan luhur.
Setelah merenungkan kekuatan Dhamma,
Mengenang para Penakluk di waktu lampau,
Dan mendasarkan pada kekuatan kebenaran ;
Aku bersumpah :
“Aku bersayap namun tak mampu terbang.
Aku berkaki tetapi tak dapat berjalan.
Ayah bundaku pun telah pergi.
Wahai Api Hutan, kembalilah!”
Di saat setelah aku membuat sumpah,
Kobaran jilatan api yang ganas
Seluas 16 karissa ( 1 karissa = 125 lengan; 1 lengan = 0,5 meter )
Berhenti serentak,
Bagaikan api yang tersiram air.
Tiada sesuatu apa pun yang setara dengan sumpahku.
Inilah sacca-paramita-ku.
_______________________________________________
13. BUDDHĀNUSSATI
Itipi so bhagava arahang sammasambuddho,
Vijjacarana-sampanno sugato lokavidu,
Anuttaro purisadhammasarathi,
Sattha devamanussanang, buddho bhagavati.
Karena itulah Sang Bhagava, Beliau adalah Yang Mahasuci, Yang telah Mencapai Penerangan Sempurna, Sempurna Pengetahuan serta Tindak-tanduk-Nya, Sempurna Menempuh Jalan ke Nibbana, Pengetahu Segenap Alam, Pembimbing Manusia yang Tiada Taranya, Guru para Dewa dan Manusia, Yang Sadar, Yang Patut Dimuliakan.
______________________________________________
14. DHAMMĀNUSSATI
Svakkhato bhagavata dhammo,
Sanditthiko akaliko ehipassiko,
Opanayiko paccattang veditabbo vinnuhiti.
Dhamma telah sempurna dibabarkan oleh Sang Bhagava, terlihat amat jelas, tak bersela waktu, mengundang untuk dibuktikan, patut diarahkan ke dalam batin, dapat dihayati oleh para bijaksanawan dalam batin masing-masing.
_______________________________________________
15. SAŃGHĀNUSSATI
Supaţipanno bhagavato sāvakasańgho,
Ujupaţipanno bhagavato sāvakasańgho,
Ñayapatipanno bhagavato savakasańgho,
Sāmīcipaţipanno bhagavato sāvakasańgho,
Yadidang cattāri purisayugāni aţţhapurisapuggalā,
Esa bhagavato sāvakasańgho,
Āhuneyyo pāhuneyyo dakkhineyyo añjalikaraņiyo,
Anuttarang puññakhettang lokassāti.
Sangha siswa Sang Bhagava telah bertindak baik,
Sangha siswa Sang Bhagava telah bertindak lurus,
Sangha siswa Sang Bhagava telah bertindak benar,
Sangha siswa Sang Bhagava telah bertindak patut,
Mereka adalah empat pasang makhluk , terdiri dari delapan jenis makhluk suci (Ariya-Sangha)
Itulah Sangha Siswa Sang Bhagava ;
Patut menerima pujaan, patut menerima sambutan,
Patut menerima persembahan, patut menerima penghormatan;
Ladang menanam jasa yang tiada taranya bagi makhluk dunia.
_______________________________________________
16. BOJJHAŃGA PARITTA
Bojjhańgo satisańkhāto Dhammānang vicayo tathā
Viriyampīti-passadhi- Bojjhańgā ca tathāpare.
Samādhupekkhabojjhańgā Sattete sabbadassinā
Muninā sammadakkhātā Bhāvitā bahulīkatā.
Sangvattanti abhiññaya Nibbānāya ca bodhiyā
Etena saccavajjena Sotthi te hotu sabbadā.
Ekasming samaye nātho Moggallānañca kassapang
Gilāne dukkhite disvā Bojjhańge satta desayi
Te ca tang abhinanditvā Rogā muccingsu tangkhaņe
Etena saccavajjena Sotthi te hotu sabbadā.
Ekadā dhammarājāpi Gelaññenābhipīlito
Cundattherena taññeva Bhaņāpetvāna sādarang.
Sammoditvā ca ābādhā Tamha vuţţhāsi ţhānaso
Etena saccavajjena Sotthi te hotu sabbadā.
Pahīnā te ca ābādhā Tiņņannampi mahesinang
Maggāhatakilesā va Pattānuppatti-dhammatang
Etena saccavajjena Sotthi te hotu sabbadā.
Faktor-faktor untuk mencapai Penerangan adalah :
Sati, dahmmavicaya,
Virya, piti, dan passaddhi.
Faktor lainnya lagi adalah :
Samadhi dan upekkha.
Ketujuh faktor ini telah diajarkan dengan jelas
Oleh Sang Maha Muni, Yang Mahatahu.
Bila dikembangkan dan dilatih
Menghasilkan pengetahuan luhur, kepadaman kilesa
Dan Penerangan Sempurna.
Berkat pernyataan kebenaran ini,
Semoga Anda sejahtera selalu.
Pada suatu ketika, Sang Pelindung
Menjenguk Yang Ariya Moggallana dan Yang Ariya Kassapa
Yang sedang menderita sakit.
Beliau membabarkan Tujuh Faktor Pencapaian Penerangan.
Beliau berdua merasa gembira atas pembabaran itu
Dan sembuh dari sakit di saat itu pula.
Berkat pernyataan kebenaran ini,
Semoga Anda sejahtera selalu.
Suatu ketika, Sang Dhammaraja sendiri
Menderita sakit,
Meminta Yang Ariya Cunda Thera
Mengulang Sutta itu dengan seksama
Beliau merasa gembira
Dan sembuh dari sakit itu.
Berkat pernyataan kebenaran ini,
Semoga Anda sejahtera selalu.
Penyakit telah dimusnahkan
Oleh ketiga petapa agung tersebut,
Yang telah mencapai ketidak-munculan secara tetap ;
Bagai kilesa yang telah dimusnahkan oleh Sang Jalan.
Berkat pernyataan kebenaran ini,
Semoga Anda sejahtera selalu.
_______________________________________________
17. ĀŢĀNĀŢIYA PARITTA
Vipassissa namatthu Cakkhumantassa sirimato.
Sikhissapi namatthu Sabbabhūtā-nukampino.
Vessabhussa namatthu Nhātakassa tapassino.
Namatthu kakusandhassa Mārasenap-pamaddino.
Konāgamanassa namatthu Brāhmanassa vusīmato.
Kassapassa namatthu Vippamuttassa sabbadhi.
Ańgirasassa namatthu Sakyaputtassa sirīmato
Yo imang dhmmamadesesi Sabbadukkhā-panūdanang.
Ye cāpi nibbutā loke Yathābhūtang vipassisung
Te janā apisunā Mahantā vītasāradā.
Hitang devamanussānang Yang namassanti gotamang
Vijjācaraņa-sampannang Mahantang vītasāradang
Vijjācaraņa-sampannang Buddhang vandāma gotamanti
Sujudku kepada Sang Buddha Vipassi,
Pemilik penglihatan dan keagungan.
Sujudku kepada Sang Buddha Sikhi,
Pengasih semua makhluk.
Sujudku kepada Sang Buddha Vessabhu,
Pembersih noda, pelaksana tapa.
Sujudku kepada Sang Buddha Kakusandha,
Penghancur Mara beserta bala tentaranya.
Sujudku kepada Sang Buddha Konagamana,
Penghanyut keburukan, pencapai kesucian.
Sujudku kepada Sang Buddha Kassapa,
Yang terbebas dari segala kilesa.
Sujudku kepada Sang Buddha Angirasa,
Putra Sakya nang Agung,
Yang telah membabarkan Dhamma ini,
Untuk melenyapkan semua dukkha.
Mereka-mereka yang mencapai padamnya kilesa di dunia ini,
Melihat dengan jelas Dhamma sebagaimana adanya;
Adalah orang-orang yang bukan penghasut,
Sebagai manusia besar, yang matang dalam kebijaksanaan.
Demi manfaat,
Para dewa dan manusia memuji Sang Buddha Gotama,
Yang sempurna pengetahuan dan tindak-tanduk-Nya,
Sebagai manusia besar yang matang dalam kebijaksanaan.
Kami bersujud kepada Sang Buddha Gotama,
Yang sempurna pengetahuan dan tindak-tanduk-Nya.
_______________________________________________
18. JAYA PARITTA
Jayanto bodhiyā mūle Sakyānang nandivaddhano
Evang tvang vijayo hohi Jayassu jayamańgale
Aparājitapallańke Sīse paţhavipokkhare
Abhiseke sabbabuddhānang Aggappatto pamodati.
Sunakkhattang sumańgalang Supabhātang suhuţţhitang
Sukhaņo sumuhutto ca Suyiţţhang brahmacārisu.
Padakkhiņang kāyakammang Vācākammang padakkhinang
Padakkhiņang manokammang Paņidhi te padakkhinā
Padakkhiņāni katvāna Labhantatthe padakkhiņe.
Semoga Anda memperoleh berkah kejayaan ;
Sebagaimana Mahabijaksanawan
Yang berjaya atas Mara di bawah poho Bodhi,
Mencapai kejayaan yang unggul di antara para Buddha,
Yang berbahagia di atas tahta nan mulia dan tak terkalahkan,
Yang perkasa di maha pertiwi, pembawa suka-cita kaum Sakya.
Saat berbuat baik ; itulah neptu yang baik, berkah yang baik,
Fajar yang terang, bangun tidur yang ceria,
Waktu yang baik, saat yang baik,
Dan disebut telah memuja para suciwan dengan baik.
Setelah melakukan kebaikan-kebaikan , yaitu :
Bertindak baik,
Berucap baik,
Berpikir baik,
Berpengharapan baik,
Pahala-pahala baiklah yang akan diperoleh.
_______________________________________________
19. ABHAYA PARITTA
Yandunnimittang avamańgalañca,
Yo cāmanāpo sakuņassa saddo,
Pāpaggaho dussupinang akantang,
Buddhānubhāvena vināsamentu.
Yandunnimittang avamangalañca,
Yo cāmanāpo sakuņassa saddo
Pāpaggaho dussupinang akantang
Dhammānubhāvena vināsamentu.
Yandunnimittang avamangalañca
Yo cāmanāpo sakuņassa saddo
Pāpaggaho dussupinang akantang
Sańghānubhāvena vināsamentu.
Tanda-tanda jelek dan hal yang tak menyenangkan apa pun,
Juga suara-suara burung yang tak mengenakkan hati,
Si pembawa malapetaka, dan mimpi buruk yang tak dikehendaki ;
Berkat kekuatan Buddha, semoga semuanya lenyap.
Tanda-tanda jelek dan hal yang tak menyenangkan apa pun,
Juga suara-suara burung yang tak mengenakkan hati,
Si pembawa malapetaka, dan mimpi buruk yang tak dikehendaki ;
Berkat kekuatan Dhamma, semoga semuanya lenyap.
Tanda-tanda jelek dan hal yang tak menyenangkan apa pun,
Juga suara-suara burung yang tak mengenakkan hati,
Si pembawa malapetaka, dan mimpi buruk yang tak dikehendaki ;
Berkat kekuatan Sangha, semoga semuanya lenyap.
_______________________________________________
20. DEVATĀ-UYYOJANA GĀTHĀ
Dukkhappattā ca niddukkhā Bhayappattā ca nibbhayā
Sokappattā ca nissokā Hontu sabbepi pāņino.
Ettāvatā ca amhehi Sambhatang puññasampadang
Sabbe devānumodantu Sabbasampatti-siddhiyā.
Dānang dadantu saddhāya Silang rakkhantu sabbadā
Bhāvanābhirata hontu Gacchantu devatāgatā
Sabbe buddhā balappattā Paccekānañca yang balang
Arahantānañca tejena Rakkhang bandhāmi sabbaso.
Semoga semua makhluk
Yang tertimpa duka terlepas dari duka ;
Yang tercekam ketakutan terbebas dari ketakutan ;
Yang terundung kesedihan terhindar dari kesedihan.
Semoga para dewa turut bersukacita
Atas timbunan kebajikan
Yang telah kami timbun sebanyak ini
Demi keberuntungan dan keberhasilan.
Berdanalah dengan penuh keyakinan!
Rawatlah Sila setiap saat!
Gemarlah mengembangkan batin!
Para dewa yang telah datang dipersilakan kembali!
Dengan kekuatan para Buddha
Beserta kekuatan para Pacceka Buddha,
Dan dengan daya para Arahanta seluruhnya ;
Aku membuat perlindungan.
________________________________________________
21. BUDDHAJAYAMAŃGALA GĀTHĀ
Bahung sahassama-bhinimmita-sāvudhantang
Grīmekhalang uditaghora-sasenamārang
Dānādi-dhammavidhinā jitavā munindo
Tantejasā bhavatu te jayamańgalāni.
Mārātirekama-bhiyujjhita-sabbaratting
Goram-panālavakamak-khamathaddha-yakhang
Khantīsudanta-vidhinā jitavā munindo
Tantejasā bhavatu te jayamangalāni.
Nālāgiring gajavarang atimattabhūtang
Dāvaggi-cakkamasanīva sudāruņantang
Mettambu-sekavidhinā jitavā munindo
Tantejasā bhavatu te jayamańgalāni.
Ukkhitta-khaggamatihattha-sudāruņantang
Dhāvan-tiyojana-pathańguli-mālavantang
Iddhī-bhisańkhata-mano jitavā munindo
Tantejasā bhavatu te jayamangalāni.
Katvāna kaţţhamu-darang iva gabbhinīyā
Ciñcāya duţţhavacanang janakāya-majjhe
Santena somavidhinā jitavā munindo
Tantejasā bhavatu te jayamańgalāni.
Saccang vihāya matisaccaka-vādaketung
Vādābhiropita-manang atiandha-bhūtang
Paññapadipa-jalito jitavā munindo
Tantejasā bhavatu te jayamańgalāni.
Nandopananda-bhujagang vibudhang mahiddhing
Puttena therabhujagena damāpayanto
Iddhūpadesa-vidhinā jitavā munindo
Tantejasā bhavatu te jayamańgalani.
Duggāha-diţţhi-bhujagena sudaţţha-hatthang
Brahmang visuddhi-jutimiddhi-bakābhidhānang
Ñāņāgadena vidhinā jitavā munindo
Tantejasā bhavatu te jayamańgalāni.
Etāpi buddha-jayamańgala-aţţhagāthā
Yo vācano dinadine sarate matandi
Hitvānaneka-vividhāni cupaddavāni
Mokkhang sukkhang adhigameyya naro sappañño.
Dengan seribu tangan yang masing-masing memegang senjata,
Dengan menunggang gajah Girimekhala ; Mara bersama pasukannya meraung menakutkan.
Raja para Bijaksanawan menaklukkannya dengan kebajikan,
Dana-paramita.
Dengan kekuatan ini semoga Anda mendapat berkah Kejayaan.
Lebih dari Mara yang membuat onar sepanjang malam
Adalah Yakkha Alavaka yang menakutkan, bengis dan beringas.
Raja para Bijaksanawan menaklukkannya dengan kesabaran.
Dengan kekuatan ini, semoga Anda mendapat berkah kejayaan.
Nalagiri, gajah mulia yang menjadi mabuk dan garang,
Sangat kejam bagaikan api hutan, bagai senjata cakra dan bak halilintar.
Raja para Bijaksanawan menaklukkannya dengan percikan cinta-kasih.
Dengan kekuatan ini semoga Anda mendapat berkah kejayaan.
Dengan pedang terhunus di tangan yang kokoh kuat,
Angulimala yang kejam, dengan berkalung untaian jari berlari mengejar sepanjang jalan tiga yojana.
Raja para Bijaksanawan menaklukkannya dengan kemampuan pikiran sakti yang mengagumkan.
Dengan kekuatan ini semoga Anda mendapat berkah Kejayaan.
Setelah memperbesar perutnya dengan potongan kayu laksana wanita hamil, Cinca memfitnah di tengah-tengah banyak orang.
Raja para Bijaksanawan menaklukkannya dengan keteguhan nan luhur, yakni kedamaian batin.
Dengan kekuatan ini, semoga Anda mendapat berkah kejayaan.
Saccaka, terbiasa berkata menyimpang dari kebenaran,
Dengan pikiran buta, mengibarkan pahamnya laksana panji.
Raja para Bijaksanawan menaklukkannya dengan terangnya pelita kebijaksanaan.
Dengan kekuatan ini, semoga Anda mendapat berkah kejayaan.
Nandopananda, naga berkesaktian tinggi berpengertian salah.
Raja para Bijaksanawan menaklukkannya dengan petunjuk kekuatan sakti kepada Moggalana Thera, menyuruh Sang Putra menjelma menjadi naga menjinakkannya.
Dengan kekuatan ini semoga Anda mendapat berkah kejayaan.
Bagaikan ular yang melilit lengan, demikian pandangan salah dimiliki oleh Brahma Baka yang sakti,
Yang beranggap diri bersinar cemerlang karena kescuian.
Raja para Bijaksanawan menaklukkannya dengan pengetahuan.
Dengan kekuatan ini semoga Anda mendapat berkah kejayaan.
Inilah delapan syair kemenangan sempurna Sang Buddha,
Yang patut dibaca dan direnungkan setiap hari tanpa rasa malas.
Setelah mengatasi aneka macam rintangan,
Orang bijaksana mencapai kebebasan dan kebahagiaan.
_______________________________________________
22. CULAMAŃGALACAKKAVĀLA GĀTHĀ
Sabbabuddhā-nubhāvena
Sabbadhammā-nubhāvena
Sabbasańghā-nubhāvena
Buddharatanang
Dhammaratanang
Sangharatanang
Tiņņang ratanānang ānubhāvena
Caturāsīti-sahassa-dhammakkhandhā-nubhāvena
Piţakattayānubbhavena
Jinasavakanubhāvena
Sabbe te rogā
Sabbe te bhayā
Sabbe te antarāyā
Sabbe te upaddavā
Sabbe te dunnimitā
Sabbe te avamańgalā vinassantu.
Āyuvaddhako
Dhanavaddhako
Sirivaddhako
Yasavaddhako
Balavaddhako
Vannavaddhako
Sukhavaddhako
Hotu sabbadā.
Dukkharogabhayā verā Sokā sattu cupaddavā
Anekā antarāyāpi Vinassantu ca tejasā.
Jayasiddhi dhanang lābhang Sotthi bhāgyang sukhang balang
Siri āyu ca vanno ca Bhogang vuddhī ca yasavā
Satavassā ca āyū ca Jīvasiddhī bhavantu te.
Bhavatu sabbamańgalang Rakkhantu sabbadevatā.
Sabbabuddhā-nubhāvena Sadā sotthī bhavantu te.
Bhavatu sabbamańgalang Rakkhantu sabbadevatā
Sabbadhammā-nubhāvena Sadā sotthi bhavantu te.
Bhavatu sabbamańgalang Rakkhantu sabbadevatā
Sabbasańgha-nubhāvena Sadā sotthī bhavantu te.
Dengan kekuatan semua Buddha,
Dengan kekuatan semua Dhamma,
Dengan kekuatan semua Sangha ;
Dengan kekuatan ketiga Mustika :
Mustika Buddha,
Mustika Dhamma,
Mustika Sangha ;
Dengan kekuatan delapanpuluh empat ribu kelompok Dhamma,
Dengan kekuatan Tipitaka,
Dengan kekuatan siswa-siswa Sang Pemenang ;
Semoga semua penyakit,
Semua ketakutan,
Semua rintangan,
Semua musibah,
Semua tanda-tanda jelek,
Semua malapetaka Anda ;
Menjadi lenyap adanya.
Semoga Anda senantiasa berusia panjang,
Berkekayaan melimpah,
Berkemuliaan luhur,
Berkedudukan terhormat,
Berkekuatan besar,
Berparas bagus, dan
Berkebahagiaan dalam.
Semoga penderitaan, penyakit, rasa takut, permusuhan,
Kesedihan, seteru, musibah,
Serta segala macam rintangan apa pun ;
Semua lenyap berkat kekuatan ini.
Semoga kemenangan, keberhasilan, harta, keuntungan,
Keselamatan, keberuntungan, kebahagiaan, kekuatan,
Kemakmuran, panjang umur, paras bagus,
Kesejahteraan, kemajuan, kedudukan,
Usia seratus tahun, dan keberhasilan hidup ;
Ada pada Anda.
Semoga jadilah semua berkah kebaikan.
Semoga semua dewa melindungi.
Dan, dengan kekuatan semua Buddha,
Semoga kesejahteraan selalu ada pada Anda.
Semoga jadilah semua berkah kebaikan.
Semoga semua dewa melindungi.
Dan, dengan kekuatan semua Dhamma,
Semoga kesejahteraan selalu ada pada Anda.
Semoga jadilah semua berkah kebaikan.
Semoga semua dewa melindungi.
Dan, dengan kekuatan semua Sangha,
Semoga kesejahteraan selalu ada pada Anda.
__________________________________________
Demikianlah, saudara-saudari se-Dhamma. Marilah kita mempraktikkan Dhamma dengan sebaik-baiknya. Menguncarkan Paritta dengan baik dan benar adalah merupakan salah satu praktik Dhamma yang menunjang ketenangan dan kejernihan batin kita , mengkondisikan bagi berbuahnya kamma-kamma baik masa lampau dan menghambat bagi berbuahnya kamma-kamma buruk kita di waktu lalu.
Semoga Membawa Manfaat
______________________________________________
“ Sabbe Satta Sukhita Hontu, Nidukkha Hontu, Avera Hontu, Abyapajjha Hontu, Anigha Hontu, Sukhi Attanam Pariharantu”
( Semoga Semua Makhluk Berbahagia, Bebas dari Penderitaan, Bebas dari Kebencian, Bebas dari Kesakitan, Bebas dari Kesukaran, Semoga Mereka dapat Mempertahankan Kebahagiaan Mereka masing-masing )
Upacarika RATANA-KUMARO
Semarang-Barat,Sabtu, 31 Oktober 2009